Kisah Desa Tuju

 

Desa TUJU adalah desa yang dulunya terletak diseberang sungai Entang, dekat dengan Muara sungai Guntang, Lebih tepat nya di sebrang desa bojong suri. Akan tetapi karena desa itu hubungan dengan desa lainnya agak sulit karena terletak diseberang sungai Entang, sedang desan-desan lainnya seperti, Gunung Kembar, Prabu siliwangi, Bojong Suri dan Gedung gunung; berada ditepi jalan raya yang menghubungkan kota Rehat dengan Kota Mura anu semuanya berada diseberang sungai entang. Maka desa Tuju lama akhirnya dipindahkan kesebrang sungai mendekati jalan raya bersebelah dengan desa Bojong suri.

Desa ini termasuk Marga guntang suku Muraki, kecamatan Muraki Kabupaten Rehat. Desa baru ini terletak dipinggir jalan raya Mura anu-rehat. Jarak dengan Kota Mura anu 140 Km dan dengan Kota Rehat 301 Km.

Desa ini dahulu suasana masih sangat tradisional belum banyak pengaruh modern yang dialami, anak anak desa Kegiatan sehari-harinya mandi-mandi di sungai, bermain, mengadu ayam jago, main layangan, main gasing, selantai biji balam, main ikar, main karet, Memancing, menjala dll. Sungai nya pun masih asri ketika mancing di sungai ikan yang di dapat masih lumayan besar dan sering ikan ikan masih sering migrasi.

Tetapi seiring berjalan nya waktu desa ini mulai berkembang beberapa perusahaan mulai masuk seperti perusahaan perkebunan sawit dan setelah itu di susul oleh perusahan pertamina, tetapi yang sangat perperan membantu perekonomian desa ini adalah perusahaan perkebunan sakit bukan hanya desa Tuju saja tetapi desa desa lain juga ikut terbantu perekonomian nya.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu serta tahun berganti tahun desa ini semakin berkembang. Karena kaya akan sumber daya alam nya ternyata desa ini memiliki sumber kekayaan alam lainnya juga yaitu mas hitam, desa ini mulai di lirik oleh perusahaan perusahaan penambang mas hitam.

Setelah perusahaan perusahaan penambang mas hitam itu tau bahwa di desa ini banyak sumber mas hitam nya, mereka mulai membeli lahan-lahan warga yang berpotensi memiliki mas hitam itu. Awal nya warga tidak mau untuk menjual lahan kepada perusahaan tetapi perusahaan penambang mas hitam ini mencari cara untuk bisa mendapatkan lahan warga tersebut mulai dengan bujuk rayuan, iming dengan harga yang mahal sampai mencari cara untuk di jadikan kambing hitam.

Akhir nya beberapa warga ada yang terbujuk juga untuk menjual lahan nya kepada perusahaan mungkin karena kebutuhan ekonomi dan mungkin juga karena penawaran yang menggiurkan dari perusahaan. Waktu terus berjalan beberapa warga pun mulai bimbang untuk mempertahankan lahan nya dan pada akhir nya warga merelakan untuk menjual lahan nya kepada penambang mas hitam. Dan dari situ lah perusahaan penambang mas hitam ini mulai membukan lahan yang telah ia dapat dari warga untuk di jadikan lahan penambangan mas hitam.

Memang dengan ada nya penambangan mas hitam ini perekonomian warga juga ikut terbantu tetapi kita tahu untuk beberapa tahun kedepan desa ini akan menjadi seperti apa.

Dan disini lah awal mula kebangkitan negara api untuk mengambil alih desa Tuju dan desa desa lain yang awal mula nya udara nya masih segar tapi sekarang sungai-sungai air nya mulai tercemar dan polusi dimana mana serta tanaman tanaman sudah mulai tidak tumbuh sumbur.

SELAMAT TINGGAL BUMI YANG INDAH (RIP KE ASRIAN) SELESAI...

Cerita ini hanya lah cerita Fiksi karangan belaka.

Terimahkasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PESAN NINING DIKALE

Jeme Kite